Life

Belajar Menjaga Relasi Dengan Pasangan

Menjaga Relasi Ketika Pandemi

Menjaga relasi di tengah kondisi pandemi seperti ini tidaklah mudah, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Sebelum pandemi dan peraturan “lock-down” terjadi, relasi kita dengan pasangan hanya berkisar beberapa jam saja. Dan setiap harinya kita berinteraksi langsung dengan pasangan membuat relasi tersebut terjaga dengan baik. Namun beberapa dari kalian yang mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) maupun WFH (Work From Home), secara tidak langsung akan berinteraksi dengan pasangan lebih banyak dari sebelumnya. Intensitas interaksi yang banyak membuat relasi menjadi cepat membosankan dan bahkan dapat memicu konflik. Apakah semua ini akibat dari suatu pandemi? Atau ini adalah akibat dari “lock-down”

Seperti yang saat ini semua orang hadapi adalah pandemi wabah virus Corona atau yang dikenal dengan nama lain COVID-19. Wabah ini tidak hanya berlaku di Indonesia, namun seluruh dunia. Bahkan sampai dengan hari ketika artikel ini ditulis, wabah virus ini telah mencapai total angka 7,039,918 kasus positif dan total angka kematian 404,396 jiwa. Sedangkan di Indonesia sendiri kasus positif telah mencapai angka 33,076 kasus dan total kematian mencapai angka 1,923 jiwa. (sumber informasi : covid19.go.id periode 09 Juni 2020 GMT+8)

Berdasarkan data di atas, pandemi wabah virus Corona merupakan sesuatu yang menakutkan, sehingga pemerintah mengeluarkan peraturan “lock-down”. Dalam artikel ini, aku tidak akan membahas mengenai pandemi ataupun peraturan “lock-down” tetapi bagaimana dan tips apa yang dapat dilakukan untuk menjaga relasi dengan pasangan. Yuk kita belajar bersama-sama.

Mengerti dan memberikan "bahasa kasih" pasangan

Bagi setiap kalian yang telah memiliki pasangan maupun yang sedang mencari, kalian wajib untuk mengetahui kebutuhan dari “bahasa kasih” pasangan. Hal ini penting untuk dilakukan karena manfaatnya akan kalian rasakan ketika menjalani kehidupan pernikahan. Bila kalian ingin mempelajari lebih lanjut mengenai “bahasa kasih” atau ingin mencoba tes “bahasa kasih” yang kalian miliki, silahkan cek disini.

Nah, bila kalian sudah mengerti “bahasa kasih” pasangan kalian maka langkah selanjutnya adalah memberikannya. Dengan memberikannya, kalian telah menciptakan suatu atmosfer perubahan di dalam relasi kalian dan hal ini merupakan langkah awal dalam menjaga relasi dengan pasangan. Selain daripada memberikan “bahasa kasih” dari pasangan, berikut ini adalah tips yang dapat dilakukan agar relasi dengan pasangan semakin intim.

1. Jangan berhenti untuk berkomunikasi / mengobrol

Bila sebelumnya kita hanya bertemu beberapa jam untuk berkomunikasi dengan pasangan dalam sehari, maka saat ini kita memiliki lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengannya. Hal yang sering terjadi adalah kehabisan bahan obrolan untuk dikomunikasikan sehingga kita berhenti berkomunikasi, namun hal itu tidaklah benar.

“Kalian perlu berkomunikasi atau mengobrol dari hati ke hati.”Julimin Nagaputra

Kalimat tersebut mengajarkanku bahwa kita kehabisan bahan obrolan karena kita tidak berkomunikasi dari hati ke hati, tetapi kita sedang membicarakan tentang orang lain. Selama kita masih dapat berpikir maka sebenarnya kita tidak akan kehabisan bahan obrolan. Lalu apakah yang dimaksud dengan berkomunikasi atau berbicara dari hati ke hati? Ada begitu banyak hal yang sedang kita pikirkan atau rasakan, hal seperti ini adalah salah satu contoh mengobrol dari hati ke hati.

Kalian dapat bertukar pikiran dengan pasangan masing-masing tentang berbagai hal, baik yang membuat kalian khawatir atau hal yang membuat kalian senang dan sebagainya. Bila kita hanya mengobrol tentang pekerjaan yang kita lakukan atau film yang sedang kita tonton maka bahan obrolan akan cepat habis. Mengapa tetap berkomunikasi atau mengobrol itu penting dalam menjaga relasi? Dengan mengobrol, kita dapat menyampaikan segala hal yang ingin kita sampaikan dan di dalam obrolan juga terkandung emosi seseorang. Maka dari itu, hanya dengan menulis pesan masih kurang “greget” untuk menjaga relasi dengan pasangan kita. Namun tolong dibedakan antara tetap berkomunikasi dengan tidak berhenti berbicara. Adakalanya seseorang sedang membutuhkan ketenangan maka berikan hal itu kepadanya. Yuk, mulai mengobrol dari hati ke hati dengan pasangan. 

menjaga relasi dengan berkomunikasi
Menjaga relasi dengan berkomunikasi -- Designed by Pressfoto / Freepik

2. Jangan mengabaikan pasangan

Ketika kita sedang fokus bekerja, seringkali tanpa sengaja kita mengabaikan keadaan sekitar dan hal ini dapat terjadi di kantor maupun di rumah. Apabila di kantor, mungkin ada kolega yang memberitahu ketika kita terlalu fokus bekerja sehingga tidak mendengar panggilan bos. Tetapi bila terjadi di rumah, hal ini dapat memicu konflik. Sama seperti relasi yang kita jalani, mengabaikan pasangan dapat menyebabkan keributan. Fokus dalam bekerja memang penting, namun jangan sampai prioritas dari pasangan kalian menjadi urutan yang paling akhir karena siapapun enggan diabaikan. 

Kejadian ini sering terjadi padaku dimana aku terlalu fokus bekerja hingga lupa memberi kabar kepada pasangan. Awalnya aku merasa tidak ada sesuatu yang salah karena sebelum memiliki pasangan, aku terbiasa untuk tidak perlu memberi kabar kepada siapapun. Namun hal ini ternyata berdampak kepada pasanganku, dimana ia merasa tidak dibutuhkan keberadaannya ditambah lagi kondisi “lock-down” yang membuat kita jarang bertemu. Melalui pengalaman tersebut, aku belajar untuk tidak mengabaikan pasangan seperti halnya aku tidak mengabaikan untuk makan dan minum. 

“Neglect is like poison to your relationship, but attention is like fertilizer.”Dr. Gary Chapman

Beberapa diantara kalian mungkin memiliki jadwal yang sangat sibuk dalam pekerjaan sehingga tidak memungkinkan memberi kabar setiap 2 atau 3 jam sekali. Sebaiknya kalian memberitahu pasangan bila memerlukan waktu untuk fokus pada pekerjaan, agar pasangan kita tidak merasa diabaikan. Sebenarnya hal ini mirip dengan tips pertama, namun yang ingin ditekankan dalam tips ini agar kita tidak mengacuhkan pasangan. Memang terdengar sepele, tetapi dengan memberi kabar menunjukkan bahwa kita peduli terhadap pasangan dan ini akan menjaga relasi kita dengan pasangan.  

Menjaga relasi tanpa mengabaikan pasangan
Menjaga relasi tanpa mengabaikan pasangan -- Designed by Rawpixel / Freepik

3. Mencari hal baru dalam diri pasangan

Apakah kalian masih ingat bagaimana awal mula bertemu dengan pasangan kalian? Umumnya para lelaki akan berdebar-debar setiap kali bertemu dengan pujaan hati dan berharap akan dapat menjadi pasangannya, sedangkan bagi para perempuan mungkin perasaan tersebut akan berbeda. Adalah wajar bila berbeda karena kita memang diciptakan berbeda oleh Tuhan dan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pengalaman pertama bertemu dengan pasangan kita, akan sangat berkesan atau mungkin sulit dilupakan.   

Mengapa hal itu begitu berkesan? Karena kita akan berusaha untuk mencari tahu lebih banyak tentang pujaan hati, mulai dari nama, hobi, pekerjaan dan sebagainya. Melalui informasi tersebut, kita mampu mengetahui apakah kita memiliki peluang menjadi pasangannya. Dan bila memang kita memiliki peluang maka kita akan berusaha maksimal untuk memenangkan hatinya. Lalu pertanyaannya, “Apa hubungan awal bertemu dengan menjaga relasi pasangan?” Untuk dapat menjawabnya, kalian perlu membacanya sampai selesai.     

Hal yang baru yang memberikan pengalaman unik

Apakah kalian setuju bahwa hal yang baru membawa pengalaman yang unik? Bila kalian masih ragu, coba simak cerita pengalamanku mengenai hal ini.

Awal berkenalan dengan pasanganku melalui online dating, aku mencoba untuk mencari tahu segala hal tentangnya melalui berbagai media sosial. Tujuanku adalah seperti yang aku tuliskan sebelumnya, yakni mencari peluang apakah aku berpotensi menjadi pasangannya. Pengalaman ketika mencari informasi begitu berkesan karena seperti seorang detektif yang sedang mengumpulkan berbagai barang bukti untuk memecahkan suatu kasus. Setelah berlalu beberapa minggu, sedikit demi sedikit informasi mulai terkumpul dan aku memberanikan diri untuk menjadi pasangannya dan… SUKSES!!

Seiring berjalannya waktu, kami saling mencari kesukaan masing-masing agar relasi tetap terjaga dengan baik dan tidak membosankan. Namun setelah satu tahun berlalu, aktivitas yang kami lakukan mulai membosankan dan relasi kami pun mulai kurang bersemangat. Kami juga semakin mengenal satu sama lain lebih dekat dan mengetahui keburukan yang dimiliki satu sama lain. Akibatnya kami hanya berfokus pada hal-hal yang buruk dalam pasangan dan hal ini menghasilkan frustasi.

Menjaga relasi dengan fokus pada persamaan, bukan perbedaan

Dapat dikatakan bahwa kami memiliki hobi yang berbeda, dimana aku suka bermain game sedangkan pasanganku suka menonton netflix. Tentunya perbedaan ini membuat kami semakin terpisah, karena lebih senang melakukan hobi masing-masing. Kami pun memutuskan untuk saling belajar menyukai hobiku bermain game dan hobinya menonton netflix. Dan berawal dari hal baru tersebut, kami kembali “terhubung” karena kami dapat bermain games atau menonton netflix bersama. Kami ingin menjaga relasi ini dengan fokus pada persamaan dan bukan perbedaan. Mungkin kalian bertanya, persamaan apa yang dimiliki oleh kami berdua, jawabannya adalah kami ingin melakukan aktivitas secara bersama-sama.

Cerita pengalamanku dapat menjadi contoh bagi kalian, dan saat kalian dapat menemukan hal-hal baru dalam pasangan, kalian akan mendapatkan pengalaman unik. Dalam menjalani relasi dengan pasangan, suatu saat kita akan berhadapan dengan kebosanan dan kebosanan yang sifatnya sementara itu sering berakhir dengan retaknya relasi. Maka dari itu, jangan berhenti mencari hal baru dalam pasangan karena ketika kita berhenti, relasi akan terasa membosankan. Dan jangan takut untuk membuka diri terhadap hal-hal baru seperti yang telah saya bagikan dalam artikel Belajar Memiliki Prinsip Kasih yang Penting.

Menjaga relasi dengan bermain bersama
Menjaga relasi dengan bermain bersama -- Designed by Drobotdean / Freepik

4. Mencabut hal-hal yang berpotensi mengganjal dalam relasi

Seperti yang telah saya tulis di atas bahwa kita tidak boleh berhenti berkomunikasi untuk menjaga relasi dengan pasangan, maka tips keempat ini dapat menjadi hal untuk dikomunikasikan. Dalam relasi, kita tidak hanya saling mempengaruhi satu sama lain tetapi juga dipengaruhi oleh keluarga dan teman kita. Banyak relasi yang rusak akibat tekanan dari pihak ketiga yakni keluarga maupun teman namun banyak pula relasi yang pulih karena dukungan dari keluarga ataupun teman. Maka dari itu sebagai pasangan, kita wajib memilih lingkungan pertemanan yang baik agar relasi kita terjaga. 

Selain daripada pertemanan, ada hal lain yang berpotensi untuk merusak suatu relasi seperti kemarahan yang terpendam, gengsi yang berlebihan bahkan kalimat-kalimat negatif yang kita ucapkan. Bila dalam relasi kalian terdapat hal-hal yang aku sebutkan, maka segeralah komunikasikan dengan pasangan jangan diabaikan, karena hal ini secara perlahan akan merusak relasi kalian dengan pasangan. Apabila kalian masih dalam tahap pacaran, masih ada opsi untuk putus bila salah satu pihak tidak mau berubah. Namun bila kalian telah menikah, aku berharap kalian tidak bercerai karena aku yakin apapun kepercayaan kalian, perceraian adalah hal yang dilarang. Maka dari itu, bagi kalian yang telah menikah masalah tersebut harus didoakan dan dikomunikasikan dengan sungguh-sungguh agar tidak berakhir dengan perceraian.

Menjaga relasi sama seperti bercocok tanam

Bila kalian suka dengan bercocok tanam, maka kalian akan menemukan persamaan diantara menjaga relasi dengan bercocok tanam. Tanaman dapat tumbuh dengan baik bila kita merawatnya, yakni dengan memberi air yang cukup dan pupuk serta meletakkannya di tempat yang disinari cahaya matahari. Dalam dunia bercocok tanam, terdapat hama yang menyerang tanaman dan perlu dibasmi agar tanaman tidak rusak. Relasi dengan pasangan pun juga sama namun bukan dengan memberi minum dan pupuk ataupun cahaya matahari yang cukup, tetapi dengan komunikasi dan mencabut “hama” yang merusak.

“Hama” dalam suatu relasi perlu dicabut agar tidak merusak relasi kita. Seringkali kita kewalahan dengan banyaknya “hama” di dalam relasi dengan pasangan sehingga kita lebih memilih membiarkannya dan hanya berdoa. Lalu kalian berharap akan ada mujizat terjadi dalam relasi kalian, namun doa tanpa aksi adalah sia-sia. Yang perlu kalian lakukan adalah berdoa dan berusaha mencabut “hama” tersebut sebanyak yang kalian mampu, bukan berdoa dan membiarkannya. Mari kita mulai mencabut “hama” dan disertai dengan doa agar kita dapat menjaga relasi dengan pasangan. 

Mencabut akar masalah dalam relasi
Mencabut akar masalah dalam relasi -- Designed by Freepik

Kesimpulan

Dalam keadaan pandemi ini, kita sulit menjaga relasi dengan pasangan karena intensitas pertemuan yang lebih banyak dari biasanya. Maka hal pertama yang wajib dilakukan adalah dengan mengerti dan memberikan “bahasa kasih” dari masing-masing pasangan. Kemudian kalian juga dapat melakukan beberapa tips yang telah aku tuliskan di atas. 

Komunikasi menjadi dasar dari suatu relasi yang baik, maka dari itu jangan berhenti berkomunikasi dan mengabaikan pasangan sekalipun kalian sedang sibuk dengan pekerjaan. Usahakan untuk tetap mencari hal-hal baru dalam diri pasangan agar relasi kalian tidak membosankan dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru tersebut. Dengan komunikasi pula, kalian harus memastikan untuk segera mencabut berbagai “hama” yang berpotensi untuk merusak relasi dengan pasangan dan tentunya jangan lupa berdoa. 

Bagi kalian yang ingin membagikan pengalaman yang serupa, silahkan untuk mengisi kolom komentar di bawah. Mungkin cerita pengalaman kalian dapat menjadi inspirasi bagi setiap orang yang membacanya. Sekian artikel kali ini dan semoga bermanfaat dalam menjaga hubungan relasi kalian.

Thank you and see you in the next post..!!

Satu pemikiran pada “Belajar Menjaga Relasi Dengan Pasangan

Tinggalkan Balasan